RESEP MAKANAN BAYI

ANEKA BUBUR/ PUREE BAYI SEHAT UMUR 6 BULAN KE ATAS

Seperti kita ketahui bahwa pemberian Makanan Bayi sebagai pendamping Asi sangat dianjurkan dilakukan setelah bayi berusia 6 bulan. Karena tahap awal memperkenalkan makanan kepada bayi, maka pemberian MPASI ini sangat dianjurkan pula agar dimulai dari makanan yang bertekstur cair dan lembut. Kemudian secara bertahap perkenalkan makanan bayi dengan tekstur yang lebih kasar/ padat.

RESEP ANEKA BUBUR BAYI/ PUREE BUAH DAN SAYURAN :

1. BUBUR SUSU :
Bahan:

  • 3 sdm tepung beras halus
  • 200 ml susu formula

CARA MEMBUAT  :

  1. Larutkan tepung beras halus dengan susu formula, aduk sampai rata.
  2. Panaskan dengan api kecil sambil diaduk sampai kental dan matang (sampai meletup-letup).
  3. Angkat, lalu aduk-aduk sampai asapnya hilang dan panasnya berkurang.
  4. Tuang ke dalam mangkuk bayi, siap untuk disajikan.

2. BUBUR KACANG HIJAU
Bahan:

  • 100 gram kacang hijau kupas, rendam, tiriskan
  • 250 ml jus apel
  • 1 buah wortel, kupas, potong dadu
  • 400 cc air
  • 10 sdm susu formula 1

CARA MEMBUAT :

  1. Sangrai kacang hijau hingga matang. Haluskan dan ayak.
  2. Rebus wortel dengan air hingga tinggal setengah. Ambil airnya.
  3. Campur kacang hijau bubuk dengan jus apel dan air rebusan wortel. Aduk hingga rata. Jerang di atas api sedang sambil diaduk hingga mendidih.
  4. Masukkan susu formula 1 sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Angkat. 

3. BUBUR BERAS MERAH
Bahan:

  • 100 gram beras merah, rendam, tiriskan, haluskan, dan ayak
  • 600 kaldu ayam
  • 5 sdm susu formula 1
  • 100 gram pepaya matang, haluskan
  • 5 sdm air jeruk manis

CARA MEMBUAT :

  1. Campur tepung beras merah dengan kaldu ayam, aduk rata. Jerang di atas api sambil diaduk hingga matang. Angkat.
  2. Tambahkan susu formula 1, aduk rata. Tambahkan pepaya dan air jeruk manis, aduk rata. 

4. PUREE BAYAMBahan :

  • 60 gram daun bayam, cuci bersih
  • 100 gram kentang, kupas, potong dadu
  • 250 ml air atau kaldu daging

CARA MEMBUAT :

  • Didihkan air atau kaldu, masukkan potongan kentang dan daun bayam. Masak hingga tekstur lunak dan matang. Angkat.Tuang ke dalam tabung blender, proses hingga lembut.

5. PUREE JAGUNG MANIS
Bahan :

  • 100 gram jagung manis pipilan
  • 250 ml air atau kaldu daging

CARA MEMBUAT :

  1. Didihkan kaldu atau air. Masukkan jagung manis. Masak hingga tekstur jagung lunak dan matang. Angkat.
  2. Tuang jagung beserta kaldu ke dalam tabung blender. Proses hingga lembut.

6. BUBUR PEPAYA WORTEL
Bahan :

  • 25 gram wortel, kupas, iris dadu kecil
  • 100 ml air matang
  • 100 ml Asi / susu formula
  • 25 gram pepaya matang, haluskan

CARA MEMBUAT :

  1. Rebus air hingga mendidih, masukkan wortel dan rebus selama 2 menit. Angkat dan haluskan
  2. Campur susu, pure wortel dan pepaya. Aduk rata. 

7. BUBUR SAYUR BAYAM
Bahan :

  • 20 gram beras
  • 10 gram bayam
  • 250 air kaldu
  • 1 helai daun bawang, iris tipis-tipis

CARA MEMBUAT :

  1. Masukkan beras dalam air kaldu, aduk aduk sampai menjadi bubur. Setelah matang, masukkan irisan bayam dan daun bawang. Segera angkat sebelum bayam berubah warna.
  2. Haluskan bubur dengan saringan atau blender, bila anak belum terbiasa makan bubur kasar.

8. BUBUR KENTANG BROKOLI
Bahan :

  • 40 gram daging ayam, cuci, buang lemaknya, potong kecil
  • 100 gram tahu, potong kecil
  • 200 gram Kentang, kupas, potong kecil
  • 40 gram wortel, kupas, potong kecil
  • 120 ml air
  • 25 gram brokoli, petik sesuai kuntum, potong kecil

CARA MEMBUAT :

  1. Masukkan Daging Ayam, Tahu, Kentang, dan Wortel ke dalam panci. Tambahkan air, lalu masak sampai mendidih. Tutup, dan biarkan selama 30 menit.
  2. Masukkan Brokoli, masak dalam keadaan tertutup selama 10 menit atau sampai brokoli lunak, angkat.
  3. Masukkan ke dalam blender dan haluskan. Tuang dalam Mangkuk dan biarkan dingin. 

9. BUBUR ALPUKAT/ AVOKAD
Bahan :

  • 50 gram daging alpukat
  • 100 ml air matang
  • 100 ml Asi / susu formula

CARA MEMBUAT :

  • Campur alpukat dan air, masukkan dalam blender, tambahkan susu. Haluskan dan aduk hingga rata.

10. BUBUR BUAH PISANG
Bahan :

  • 50 gr Pisang, kupas kulit
  • 8 sdm Cairan (ASI/air matang/air jeruk manis)

CARA MEMBUAT :

  • Lumatkan pisang dengan sendok. Tambahkan cairan ke dalam lumatan pisang.

11. RESEP BUBUR BUAH TOMAT
Bahan :

  • 75 gr Tomat merah, cuci bersih
  • 6 sdm Cairan (ASI/air matang/air jeruk manis)

CARA MEMBUAT :

  1. Seduh tomat dengan air panas, diamkan selama 4 menit, kupas kulit ari dan buang bijinya, lalu haluskan boleh dengan blender
  2. Tambahkan cairan dedalam tomat tersebut, aduk rata.

12. BUBUR STRAWBERRY/ STROBERI
Bahan :

  • 25 gram stroberi
  • 1 sdt gula pasir
  • 100 ml Asi / susu formula

CARA MEMBUAT :

  • Campur susu, gula pasir dan stroberi. Masukkan dalam blender. Haluskan

13. BUBUR PISANG APEL
Bahan:

  • 250 gr pisang ambon, rebus sebentar
  • 100 gr apel, kupas, potong kecil, rebus sebentar
  • 4 sdm susu formula I, seduh dalam 250 cc air rebusan pisang dan apel

CARA MEMBUAT :

  • Campur semua bahan dan masukkan ke dalam blender. Haluskan. Tuang ke dalam wadah saji dan biarkan agak dingin.

14. BUBUR PEPAYA JERUK
Bahan :

  • 50 gram pepaya. Kupas, iris dadu kecil
  • 100 ml air jeruk manis
  • 100 ml Asi / susu formula

CARA MEMBUAT :

  • Masukkan pepaya dan air jeruk manis ke dalam blender. Haluskan hingga lembut dan tercampur rata Campur dengan susu, aduk rata

15. BUBUR BUAH CAMPUR
Bahan :

  • 50 gram apel manalagi, kupas, iris dadu kecil
  • 50 gram pir hijau, kupas iris dadu kecil
  • 50 gram pepaya matang, iris dadu kecil
  • 100 ml air matang
  • 200 ml Asi / susu formula

CARA MEMBUAT :

  1. Didihkan air, masukkan apel, pir dan pepaya. Rebus selama 5 menit. Angkat
  2. Masukkan susu. Aduk rata.  Setelah agak dingin, masukkan dalam blender. Haluskan hingga lembut
Advertisements

BERMAIN DENGAN TANGAN & KAKI

Selain kaya manfaat, Anda dan bayi akan sama-sama menikmati aktivitas ini. Praktis dan sehat!
Anda pasti setuju, tahun pertama kehidupan bayi adalah masa yang paling menentukan dalam semua aspek tumbuh kembangnya. Itu sebabnya, orang tua masa kini diharapkan melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi, termasuk merangsang motorik kaki dan tangannya. Berbagai permainan berikut ini dapat Anda lakukan sebagai stimulasi tumbuh kembang bayi. Lakukan dengan gembira bersama si kecil. Jangan lewatkan kesempatan emas untuk melatih motorik kaki dan tangan bayi.

  •     Sepeda Udara. Melatih koordinasi mata kaki, serta kekuatan otot kaki, tulang belakang hingga leher dan kepala. Bisa dilakukan sejak bayi lahir.
  •     Berguling bersama bola. Melatih keseimbangan bayi, kekuatan tubuh bagian atas (seperti leher dan tangan), dan koordinasi kaki-tangan. Bisa dilakukan sejak bayi lahir.
  •     Bermain kerincingan. Melatih sleuruh otot dan yang menunjang gerak ( tangan dan kaki). Bisa dilakukan sejak bayi lahir.
  •     Sit Up bayi. Melatih seluruh otot dan persendian, teruma tubuh bagian tas (leher, bahu, tangan). Untuk bayi usia 3-4 bulan ke atas.
  •     Ayun kaki Ibu. Melatih kemampuan menjaga keseimbangan serta memperkuat seluruh otot dan kekuatan alat gerak (tangan dan kaki). Untuk bayi usia 3-4 bulan ke atas.
  •     Merangkak dan merayap. Melatih seluruh otot dan alat gerak bayi. Bisa dilakukan sejak bayi lahir
  •     Terbanglah anakku. Melatih seluruh otot, terutama alat gerak dan keseimbangan. Untuk bayi usia 5-6 bulan ke atas.
  • Tips:
  •     Waspada dan percaya diri. Berbagai aktivitas ini ditujukan untuk bayi yang sehat dan tidak memiliki masalah atau gangguan kesehatan tertentu. Selain memperhatikan kesiapan dan kondisi anak, Anda juga harus yakin dan percaya diri.
  •     Aktivitas ini secara umum aman dilakukan bersama bayi di atas usia 3 bulan. Walaupun ada beberapa permainan dalam rekomendasi ini yang bisa dilakukan oleh bayi baru lahir. Tentu saja, Anda mesti benar-benar mengenal bayi, sehingga Anda menjadi yang paling tahu cara tepat menerapkan aneka aktivitas bermanfaat ini.
  •     Umumnya, kaki dan tangan bayi 5 bulan sudah cukup kuat untuk berpindah tempat, dengan cara merambat, merayap atau merangkak. Lehernya pun sudha cukup kuat menyangga kepala dengan mantap. Intinya, And atak perlu ngeri melakukan eksplorasi gerak motorik ini, selain untuk bersenang-senang,ini adalah salah satu cara efektif mengevaluasi tumbuh-kembang bayi.

AJAK BAYI MAIN CERMIN

Berbagai permainan cermin ini akan melatih motorik halus dan motorik kasar bayi. Anda juga bisa lebih membangun bonding dengan si bayi. Lakukan dengan gembira!

  1. Tummy fun. Bayi senang melihat bayangannya di cermin. Letakkan dia di depan cermin, saat tummy time. Bayi akan terdorong berlatih mengangkat kepalanya sebagai tahapan persiapan untuk merangkak.  
  2. “Itu kamu, sayang!” Letakkan bayi Anda di atas pangkuan di depan cermin. Tunjukkan kepada bayi bayangannya di cermin. Sentuh bagian-bagian wajahnya sambil menunjukkan kepadanya dan menyebutkan namanya. Misalnya, “Ini hidungmu, sayang…”, “Yang ini telinga!” dan “Yang ini namanya rambut.” Sekali pun bayi Anda belum mengerti istilah yang Anda sebutkan, dia menikmati permainan ini.
  3. Tiru gerakan. Berdiri atau duduk di depan sebuah cermin besar, dan pegang bayi di depan Anda. Lakukan gerakan sederhana, seperti mengangkat salah satu tangan, menggelengkan kepala, atau menyentuh hidung. Katakan kepadanya apa yang sedang Anda lakukan. Bila bayi merespons dengan melakukan suatu gerakan, Anda tiru gerakan tersebut. Dia akan memahami Anda sedang meniru tingkahnya.
  4. Buat suara. Buatlah mimik-mimik lucu, dan berbagai ekspresi wajah di depan cermin untuk ditiru anak. Gerakkan lidah Anda ke atas, ke bawah, dan ke kanan ke kiri sambil mengeluarkan suara, misalnya “lalala.” Lakukan permainan menggunakan bibir, seperti mencium dan tersenyum, dan buatlah suara-suara dengan beragam bentuk bibir. Contohnya, “aaa”, “ooo”, “eee”, “uuu.” Gantian tirukan mimik wajah dan suara si bayi.

MAINAN PEMICU PERKEMBANGAN BAYI 0-3 BULAN

Sambil bermain, bayi Anda yang baru berumur 0-3 bulan bereksplorasi, mengoptimalisasi perkembangannya dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Berikut permainan yang memacu pertumbuhan optimal bayi 0-3 bulan

Bermain Cilukba. Baru tiga aktivitas yang dikuasai bayi 0-3 bulan yakni melihat, mengamati dan menoleh. Dikarenakan kekuatan leher, kepala, tangan, badan dan kaki masih terbatas. Bayi usia ini hanya bergantung pada indera penglihatan dan pendengaran, yang juga masih terbatas. Saat diajak main cilukba, ia menoleh dan mengamati Anda sambil sesekali memamerkan senyuman andalannya.

Bermain rattle. Ketika kerincingan Anda goyang-goyang, bayi akan takjub. Pandangannya terpaku pada goyangan serta suara gemerincing dari rattle. Bayi Anda akan menoleh mencari arah sumber suara. Mengamati merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi bayi usia 0-3 bulan.
 
Bermain gebuk drum. Bayi di usia ini memang sama sekali belum bisa bermain drum. Tapi coba perhatikan selama ia menyusu, tangannya kerap menepuk-nepuk badan Anda. Walau tanpa tekanan sekalipun, ia sebenarnya mulai bermain pukul-pukul. Bayi Anda mulai mengasah kekuatan dan kemampuan tangannya.

Bermain bola. Bayi lebih suka memasukkan bola karet ke mulutnya, karena mengeksplorasi mainan menggunakan mulut sebagai tonggak perkembangannya. Dalam masa oral ini, benda apapun ingin ia masukkan ke dalam mulut.

Bermain telepon mainan. Bayi usia ini belum tahu apa dan fungsi telepon mainan. Ia hanya mendengar suara dan kelap-kelip lampu mainannya. Namun hal itu merupakan stimulus yang baik bagi perkembangan indera penglihatan dan pendengaran. Memasuki 3 bulan, responsnya bertambah baik, tidak lagi sebuah tengokan, tapi mulai ada gumaman seperti “uuuuh…ahh.”

10 TIPS STIMULASI BAYI

Ayo, Stimulasi setiap tahapan perkembangan bayi Anda! Mulai dari tengkurap, mengangkat kepala, hingga berjalan dan berbicara. 

1.    Tengkurap. Lakukan tummy time yakni waktu yang digunakan bayi untuk tengkurap sambil  menggunakan tangannya untuk meraih sesuatu. Siapkah benda yang  menarik sehingga ia terdorong meraih dan lantas ‘meneliti’ dengan seksama

2.    Mengangkat kepala. Ajak anak bermain “Berguling Bersama Bola”. Menggerakkan si kecil di atas bola bisa menguatkan otot penyangga kepala, bahu, dan mengasah keterampilan menjaga keseimbangan.

3.    Memekik gembira. Sediakan boneka lembut yang mengeluarkan suara, seperti boneka yang bisa bernyanyi atau kotak musik. Tekan boneka sembari Anda berseru…, si kecil pun memekik senang.

4.    Memegang kedua benda dengan kedua tangan. Berikan mainan yang bisa dipukul bersama-sama seperti sendok kayu atau piring plastik, seolah ia sedang bermain musik..tung..tung..tung! 

5.    Duduk. Baringkan si kecil terlentang di atas permukaan, seperti tempat tidurnya atau di lantai. Genggam tangannya, tarik dia perlahan ke posisi duduk. Peluk dengan erat sehingga ia tak mungkin terlepas. Perlahan-lahan, turunkan anak pada posisi tidur kembali.

6.    Merangkak. Letakkan mainan favorit bayi sekitar 1 meter dari tubuhnya. Saat si kecil mulai mengangkat kepalanya untuk mencari mainan tadi, biasanya ia akan menggerakkan lutut dan kakinya untuk maju. Lakukan permainan “Kucing Mengejar Tikus”. Anak menjadi kucing yang mengejar Anda sebagai tikus. Contohkah dengan melakukan gerakan merangkak, dengan cara Anda merangkak di sampingnya.

7.    Makan Sendiri. Beri bayi Anda finger food seperti kastengel, biskuit bayi, atau sayuran yang mudah dipegang seperti potongan wortel rebus. Makanan ini melatih kemampuan motorik halus anak. Dapat pula Anda memberinya mangkuk dan sendok plastik berisi makanan dan biarkan ia menyuap sendiri.

8.    Mengenal anggota keluarga. Sering seringlah mengajak anak ke pertemuan keluarga. Bisa juga menunjukkan foto ayah, ibu atau saudara lain. Atau foto ayah, ibu dan kakak dikreasi dari karton berwarna putih dalam bentuk lingkaran kecil yang dilekatkan pada tali yang sebagian menjuntai melalui bagian tengah karton berbentuk spiral.

9.    Berjalan. Letakkan mainan favoritnya dalam jarak tertentu. Iming-imingi anak agar mau berjalan walau sambil berpegangan untuk meraih mainan itu. Bila memungkinkan dan aman, biarkan si kecil berjalan di lantai yang tidak rata. Cara ini akan menguatkan otot-otot kaki dan tungkai.

10. Bicara. Anda bisa menyanyikan lagu anak-anak yang berbeda setiap hari ataumembacakan ceritanya, bisa dari buku atau cerita karangan Anda sendiri. 

CARA MENYEDAWAKAN BAYI

ImageSendawa berguna untuk melancarkan pencernaan bayi agar tidak terjadi kolik, muntah atau ASI masuk paru-paru. Teknik menyendawakan yang tepat adalah:

  • Posisikan tubuh bayi secara vertikal, dengan dagu menyandarkan ke bahu ibu. Wajah bayi mengahdap ke belakang ibu. Sangga leher dan punggung bayi dengan tangan yang satunya sambil ditepuk-tepuk lembut.
  • Usahakan agar mulut dan hidup bayi tidak tertutup bahu ibu.
  • Perhatikan pula agar posisi tubuh bayi tidak bengkok, juga saat menepuk punggung jangan terlalu lemah. Saat menepuk-nepuk, kangan menepuk terlalu tinggi (bagian pundak) atau terlalu rendah yaitu di bagian bokong. Cara yang benar adalah menepuk-nepuk tubuh bagian tengah.
  • Cara lain, telungkupkan bayi di pangkuan Anda. Letakkan bagian perut bayi di pangkuan dan sangga bagian badannya. Usap lembut bagian punggungnya dan tunggu sampai ia besendawa.

Menyendawakan bayi bisa dilakukan sampai usia bayi 9 bulan, setelah itu, biasanya anak sudah bisa besendawa sendiri karena sudah banyak bergerak dan posisi badannya pun banyak berubah. Jika bayi tidur tengkurap, perut tertekan oleh berat badannya sehingga angina akan keluar dari perut melalu buang gas.

TEHNIK & CARA PIJAT BAYI

ImagePEREGANGAN

  • Sementara bayi telentang, pegang kedua kaki dan lututnya bersama-sama dan tempelkan lutut sampai perutnya.
  • Pegang kedua kaki dan lututnya dan putar dengan gerakan melingkar, ke kiri dan ke kanan, untuk melemaskan    pinggulnya.  Ini juga membuat menyembuhkan sakit perut.

                                                                       

PIJAT KAKI BAYI

  • Bagian ini merupakan bagian yang terbaik untuk memulai pijatan, karena merupakan bagian yang paling tidak sensitif diantara bagian tubuh bayi yang lain. Ambil salah satu telapak kakinya dan secara lembut putarlah beberapa kali ke arah kiri, lalu ulangi lagi ke arah kanan.
  • Setelah itu, pijat lah punggung telapak kakinya mulai dari arah mata kaki ke arah jari-jari kaki. Pindah ke telapak kaki satunya dan ulangi seperti itu.
  • Oleskan sedikit minyak, mulai pijat dengan kedua tangan Anda secara perlahan, mulai dari daerah paha, terus ke bawah. Buatlah pijatan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri Anda. Gerakan pijatan harus selembut mungkin, meniru gerakan memerah susu. Pindah ke kaki yang sebelahnya lagi danlakukan pijatan yang sama.
  • Pegang kedua kaki bayi dengan satu tangan dan tepuk-tepuk sepanjang tungkainya dengan tangan yang lain. Usap turun naik dari jari-jari kakinya sampai ke pinggul kemudian kembali. Kemudian, pijat telapak kakinya dan tarik setiap jari-jemarinya. Gunakan jempol Anda untuk mengusap bagian bawah kakinya mulai dari tumit sampai ke kaki dan pijat di sekeliling pergelangan kakinya dengan pijatan-pijatan kecil melingkar. Pijat tumit: gunakan ibu jari Anda untuk memijat dengan membentuk lingkaran pada tumit bayi.
  • Memerah susu Dalam teknik ini, peganglah kaki bayi pada pergelangan kaki seperti memegang tongkat pemukul. Kemudian gerakan tangan ke pergelangan kaki secara bergantian seperti memerah susu. Atau, dengan arah yang sama, gunakan kedua tangan secara bersamaan mulai dari pangkal paha dengan gerakan memeras, memijat dan memutar kedua kaki bayi secara lembut.
  • Tehnik Pijat Telapak kaki Untuk memijat telapak kaki bayi,caranya yakni tidak dipijat-pijat tetapi diurut menggunakan ibu jari secara bersamaan pada seluruh permukaan telapak kaki dari arah tumit ke jari-jari.
  • Tehnik Pijat Jari Ingat bahwa tulang pada ruas jari kaki bayi masih belum kuat, karena itu pijatan tidak perlu disertai dengan penekanan. Pijatlah dengan lembut jari-jari kaki satu persatu dengan gerakan memutar menjauhi telapak kaki dan akhiri dengan tarikan lembut pada setiap ujung jari. Jari kaki: bagian ini adalah penutup dari pijatan bagian kaki bayi. Peganglah jari mungilnya satu per satu menggunakan ibu jari dan telunjuk Anda, kemudian secara lembut tariklah searah dengan jarinya sehingga jari-jari Anda terlepas di ujung jari kaki bayi. Lakukan untuk kesepuluh jari kakinya.
  • Punggung kaki Gunakan kedua ibu jari untuk membuat lingkaran disekitar kedua mata kaki sebelah dalam dan luar. Kemudian urutlah dengan lembut seluruh punggung kaki dengan kedua ibu jari secara bergantian dari pergelangan kaki ke arah jari. Teknik lain yakni dengan membuat gerakan yang membentuk lingkaran-lingkaran kecil dengan kedua ibu jari secara bersamaan dari daerah mata ke jari kak
  • Betis Pada bagian betis kaki dengan salah satu tangan anda, kemudian remas-remas dari pangkal lutut menuju pergelangan kaki. Gerakan ini dapat diulang berkali-kali.
  • Paha Pada bagian paha, pemijatan dilakukan dengan cara meremas dan memutar. Pegang bayi pada bagian pangkal paha dengan kedua tangan secara bersamaan, kemudian buatlah gerakan meremas dengan lembut sambil memutarkan kedua belah tangan yang dimulai dari pangkal paha hingga ke arah mata kaki.
  • Gerakan akhir Bagian akhir ini semua kaki dipijat, yakni dengan merapatkan kedua kaki bayi, lalu letakkan kedua tangan secara bersamaan pada pangkal paha. Kemudian, lakukan usapan-usapan dengan lembut dan halus pada kedua kaki bayi dari atas ke bawah.

PIJAT PERUT BAYI

  • Untuk pemijatan di daerah perut, hindari pemijatan pada tulang rusuk. Selain itu, jangan lakukan pemijatan pada bagian perut ini setelah selesai makan. Mengayuh pedal sepeda Pemijatan perut ini dilakukan dengan menggerakkan kedua tangan keatas dan kebawah secara bergantian seperti mengayuh pedal sepeda. Arah pijatan dimulai dari atas kebawah perut. Gerakan berikutnya, jepit kedua pergelangan kaki bayi dengan tangan kiri, lalu angkat kedua kaki tersebut lurus sedikit diatas perut. Sedangkan untuk tangan kanan bisa langsung dilakukan gerakan mengusap-usap perut dari atas sampai ke jari-jari kaki. Terakhir, untuk melemaskan otot-otot perut dan pangkal paha, kedua lutut ditekuk pelan-pelan dan dengan lembut menuju ke permukaan perut bayi. Atau, masing-masing tangan anda memegang pergelanagan kaki, kemudian gerakkan kedua kaki bayi secara bergantian seperti sedang mengayuh sepeda.
  • Bulan – matahari Disebut gerakan bulan – matahari karena gerakan yang harus dibentuk adalah membuat lingkaran dengan ujung-ujung jari tangan mulai dari perut sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) sesuai arah jarum jam, kemudian kembali ke arah kanan bawah (seperti bentuk bulan) diikuti oleh tangan kiri yang selalu membuat bulatan penuh (seperti bentuk matahari). Lakukan kedua gerakan ini secara bersamaan dengan tangan kiri membuat gerakan lingkaran penuh dan tangan kanan membuat setengah lingkaran.
  • Ibu jari kesamping Dalam gerakan ini, pertama-tama perut bayi pada bagiannya tekan masing-masing ibu jari diantara pusar perut. Kemudian, gerakkan kedua ibu jari tersebut menyamping ke arah tepi perut kanan dan kiri.
  • Pijat Alur Jam Membayangkan ada gambar jam pada perut bayi. Perut bayi bagian paling atas dianggap jam 12, bagian perut bawah di anggap jam 6, lalu buat gerakan berikut: buat lingkatan searah jarum jam dengan tangan kanan anda dibantu dengan tangan kiri dimulai pada jam 8 (didaerah usus buntu)
  • Hati-hati jika melakukan pemijatan pada daerah dada dan perut. Jangan sampai terlalu menekan ke perut. Beberapa dokter tidak menyarankan pemijatan pada bagian perut, karena bisa mengganggu organ dalam bayi. Perhatikan juga reaksi yang timbul selama proses. Jika bayi tampak gelisah, berusahalah memalingkan kepala, memukul jidat, meringis kesakitan, berontak bahkan menangis, sebaiknya hentikan dulu. Mungkin dia sedang tidak nyaman karena tekanan yang terlalu kuat atau sebab lain.
  • Gerakan jari berjalan Dikatakan dengan gerakan jari berjalan karena penekanan bertumpuk pada pergerakan kelima ujung jari. Namun demikian, penekanan jari perut dilakukan dengan cara yang sangat hati-hati. Jangan menekan perut dengan jari-jari terlalu keras karena akan menimbulkan rasa sakit dan mungkin berbahaya sekali bila mengenai tulang rusuknya. Berikut cara memijat dengan teknik jari berjalan pada perut. Letakkan ujung-ujung jari pada pada perut bayi bagian kanan bawah dan buatlah gerakan dengan tekanan sesuai arah jarum jam dari kiri bawah guna memindahkan gelembung-gelembung udara yang terselip di balik kulit. Dengan kedua telapak tangan, buatlah gerakan dari tengah dada ke samping luar seolah sedang meratakan lipatan kertas.
  • Gerakan I love You Posisikan bayi terlentang dengan bertelanjang dada. Gerakan pertama membentuk huruf “I” dengan melakukan usapan mulai dri dada kiri atas turun sampai kerusuk kiri. Gerakan kedua, bentuk huruf “L” dengan melakukan usapan mulai dari dada kanan atas turun ke rusuk atas lalu disambung rusuk kiri. Gerakan ketiga, bentuk huruf “J” dengan usapan dari dada kanan atas turun kerusuk kanan, disambung sampai rusuk kiri lalu diteruskan ke dada kiri atas.Gunakan ujung jari tangan Anda, buat pijatan-pijatan kecil melingkar. Gunakan pijatan I Love U. Gunakan 2 atau 3 jari, yang membentuk huruf I-L-U dari arah bayi. Bila dari posisi kita membentuk huruf I – L – U terbalik. Berikut tahapan memijat:
  1. Urut kiri bayi dari bawah iga ke bawah (huruf I)
  2. Urut melintang dari kanan bayi ke kiri bayi, kemudian turun ke bawah (huruf L)
  3. Urut dari kanan bawah bayi, naik ke kanan atas bayi, melengkung membentuk U dan turun lagi ke kiri bayi. Semua gerakan berakhir di perut kiri bayi.
  • Pijat Lengan Bayi Pegang pergelangan tangan bayi dengan satu tangan dan tepuk-tepuk sepanjang lengannya dengan tangan yang lain. Ambil salah satu lengannya dan lakukan gerakan seperti yang Anda lakukan terhadap kakinya gerakan seperti memerah susu, mulai dari ketiaknya, terus hingga ke pergelangan tangan. Kemudian pegang telapak tangannya, dan putar-putar secara perlahan beberapa kali, ke arah kanan dan kiri. Pindah ke lengan satunya lagi dan lakukan hal yang sama.Pijat turun naik mulai dari ujung sampai ke pangkal lengan, kemudian pijat telapak tangannya dan tekan, lalu tarik setiap jari. Ulangi pada lengan yang lain.
  • Pijat Punggung Bayi Telungkupkan bayi di atas lantai atai di atas kedua kaki Anda dan gerak-gerakan kedua tangan Anda naik turun mulai dari atas punggungnya sampai ke pantatnya. Lakukan pijatan dengan membentuk lingkaran kecil di sepanjang tulang punggungnya. Lengkungkan jari-jemari Anda seperti sebuah garu dan garuk punggungnya ke arah bawah.
  • Pijat di Kepala dan Wajah Bayi Angkat bagian belakang kepalanya dengan kedua tangan Anda dan usap-usap kulit kepalanya dengan ujung jari Anda. Kemudian, gosok-gosok daun telingannya dan usap-usap alis matanya, kedua kelopak matanya yang tertutup, dan mulai dari puncak tulang hidungnnya menyeberang ke kedua pipinya. Pijat dagunya dengan membuat lingkaran-lingkaran kecil.

DADA

  • Gerakan Jantung Teknik ini yaitu dengan membuat gerakan yang membentuk gambar jantung dengan meletakkan ujung-ujung jari kedua tangan anda di ulu hati, setelah itu, gerakkan tangan ke atas tulang selangka dan berakhir ke posisi semula dibawah ulu hati. Gerakan tadi seolah membuat gambar jantung.
  • Menyilang Gerakan menyilang dimulai dari tangan kanan yang memijat menyilang dari ulu hati kea rah bahu kiri dan kembali kea rah ulu hati.
  • Lingkaran kecil Buatlah gerakan lingkaran kecil disekitar putting susu.

TANGAN

  • Teknik Pijat India Teknik perlahan cara India bermanfaat untuk relaksasi otot dan arahnya menjauhi tubuh. Caranya, peganglah lengan bayi dengan kedua telapak tangan mulai dari pundak seperti memegang gagang senter. Kemudian, gerakkan tangan kanan dan kiri kebawah secara bergantian dan berulang-ulang seolah sedang memerah susu sapi. Atau, kedua tangan melakukan memeras, memijat dan memutar secara lembut pada lengan bayi mulai dari pundak hingga pergelangan tangan.
  • Memijat ketiak Biasanya wilayah dibagian ketiak ini merupakan wilayah yang sensitif. Ketika jari menyentuh wiyah ini, bayi akan menolak bukan karena sakit, tetapi mungkin dia merasa geli dan senang karena menganggapnya sedang bermain. Gerakan memijat ketiak ini, pertama angkat tangan bayi dengan salah satu tangan anda. Kemudian, buatlah gerakan memijat pada wilayah ini, lalu menurun hingga ke bagian tulang rusuk dan perut. Yang perlu diperhatikan adalah bila wilayah ketiak ini terdapat benjolan atau terdapat pembengkakan kelenjar, sebaiknya jangan memijat pada wilayah ini.
  • Pergelangan tangan Pemijatan pegelangan tangan ini dimulai dari pergelanagn tangan (siku) kearah pundak. atau, dengan kedua tangan lakukan gerakan memeras, memutar dan memijit secara lembut pada lengan bayi mulai dari pergelangan tangan ke pundak. Pijitan ini berguna untuk mengalirkan darah ke jantung dan paru – paru.
  • Telapak tangan Dengan kedua ibu jari, pijatlah telapak tangan seolah membuat lingkaran – lingkaran kecil dari pergelangan tangan kea rah jari – jemari. Sedangkan keempat jari lainnya memijat punggung tangan.
  • Jari Pijat jari bayi satu – persatu menuju ujung jari dengan gerakan memutar. Akhiri gerakan ini dengan tarikan pada tiap ujung jari. Dalam tarikan ujung jari ini, anda bisa membunyikan suara “tak” dari lidah, sehingga bila si bayi mendengar suara itu dia akan tampak gembira.
  • Gerakan menggulung Gerakan ini seperti menggulung sebatang pensil dengan kedua tangan. Caranya, anda pegang lengan bayi bagian atas/bahu dengan kedua telapak tangan. Kemudian, gerakkan kedua telapak tangan maju dan mundur seolah sedang menggulung bergerak naik dimulai dari pangkaal lengan menuju pergelangan tangan/jari-jari.
  • Gerakan akhir Sama seperti gerakan akhir yang dilakukan pada pemijatan kaki.

MUKA

  • Membasuh muka Tutuplah wajah bayi dengan kedua telapak tangan anda dengan lembut sambil bicara pada bayi secara halus. Gerakan kedua tangan anda kesamping pada kedua sisi wajah bayi seperti gerakan membasih muka. Cara seperti ini dapat dilakukan sambil bermain “ciluk-ba”.
  • Dahi Arah gerakan memijat dahi seperti arah membasuh muka. Caranya, letakkan jari-jari kedua tangan anda pada pertengahan dahi. Tekan dengan lembut bagian ini mulai dari tengah dahi bayi kearah samping kanan dan kiri. Setelah itu, gerakan ke bawak ke daerah pelipis dan buatlah lingkaran – lingkaran kecil di pelipis, kemudian gerakan kearah dalam melalui daerah bawah pelipis dibawah mata.
  • Alis Memijat bagian alis mata caranya ialah dengan meletakkan kedua ibu jari anda diantara kedua alis mata. Lalu, pijat bagian ataas mataa/alis mulai dari tengan kesamping searah dengan bulu rambut alis.
  • Dagu Pijatan pada dagu ini atau rahang bawah, pegang pipi kiri dan kanan dengan kedua tangan dan kedua ibu jari diletakkan ditengah dagu bawah mulut.selanjutnya adalah menekan dua ibu jari pada dagu, lalu kesamping menuju kea rah pipi bawah atau samping mulut. 5.Lingkaran kecil dirahang Gunakan jari telunjuk kedua tangan anda untuk membuat lingkaran kecil diseputar wilayahy rahang bayi. Berhati-hatilah, mungkin diwilayah ini rahang bayi sedikit sensitive menerima tekanan yang agak sedikit keras. Karena itu, tekanan hendaknya dibuat selembut mungkin, sehinggga tidak merasakan sakit.
  • Belakang telinga Dengan tekanan lembut, gerakkan jari-jari kedua tangan anda mulai dari belakang telinga membentuk lingkaran-lingkaran kecil diseluruh kepala.

PUNGGUNG

  • Gerakan maju mundur (kuda goyang) Bayi ditidurkan tengkurap dengan posisi kepala disebelah kiri dan kaki disebelah kanan anda. Lalu, pijatlah punggung bayi hingga ke bawah leher dengan gerakan maju dan mundur dengan kedua telapak kanan. Lalu kembali dari bawah leher sampai ke pantat bayi. 2.Usapan punggung
  • Tahan bokong bayi dengan tangan kanaan, lalu dipijit punggung bayi dengan telapak tangan kiri anda mulai dari leher sampai bokong dimana tangan kanan berada.
  • Gerakan selanjutnya, pegang kedua pergelangan kaki bayi dengan tangan kanan anda, kemudian usap yang dimulai dari pinggang hingga tumit. (Putri,Alissa : 2009).

Image

PERSIAPAN SEBELUM PIJAT BAYI

  • Pilih waktu pemijatan saat Anda santai dan tidak tergesa-gesa dan tidak akan terputus di tengah jalan. Jangan memijat bayi sebelum atau setelah makan, atau ketika bayi sakit. Jangan membangunkan bayi untuk dipijat.
  • Siapkan perlengkapan pijat seperti minyak untuk memijat dari baby oil, minyak telon atau minyak nabati lainnya, alas, popok bersih dan pakaian ganti. Minyak aromaterapi untuk orang dewasa mungkin tidak cocok untuk bayi.
  • Lepas gelang, cincin dan potong kuku-kuku jari Anda yang panjang agar tidak menyakiti kulit bayi Anda yang lembut tanpa sengaja.
  • Gelar alas atau handuk lembut di atas permukaan yang datar dan lepaskan pakaian bayi. Anda juga dapat meletakkan bayi di pangkuan Anda. Letakkan bayi dengan posisi telentang saat Anda memijat bagian depan bayi Anda, lalu tengkurap saat memijat bagian belakang.
  • Gosokkan hanya sekitar setengah sendok teh minyak pada telapak tangan Anda untuk memudahkan pijatan tangan Anda meluncur di tubuh bayi. Anda dapat menambahkan lebih banyak minyak di tubuh bayi kemudian sesuai kebutuhan.
  • Pijat bayi dengan lembut namun tegas dengan telapak tangan atau jari. Pijatlah dengan ringan secara melingkar di dada dan perut, pijat kedua bahu, turun ke bawah di lengan dan kaki lalu kembali ke atas pada bagian punggung. Bayi baru lahir dapat menikmati hanya dua sampai lima menit pijatan, sementara bayi berusia lebih dari dua bulan dapat menikmati lebih lama.
  • Jangan terlalu banyak memberikan tekanan pada tubuh bayi yang rapuh dan hindari daerah tulang belakang.
  • Tenangkan bayi agar tidak bergerak saat dipijat dengan berbicara atau bernyanyi.
  • Kontak mata dengan bayi membuatnya merasa mendapatkan perhatian penuh dari Anda.
  • Berhenti memijat secara mendadak dapat membuat bayi waspada. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan pelan-pelan dan lembut saat akan menghentikan pijatan.
  • Jangan menggunakan minyak di kepala atau wajah. Jaga agar minyak tidak terkena jemari bayi karena mereka cenderung menempatkan jari di mulut atau mata, sehingga dapat menyebabkan iritasi.
  • Selubungi bayi dengan handuk bersih dan hangat setelah dipijat dan peluklah dia.
  • Hindari ruam, luka atau daerah di mana bayi mendapat suntikan vaksinasinya atau mungkin karena sakit.
  • Anda dapat terus memijat bayi Anda sampai dia berusia tiga atau empat tahun, karena manfaat pijat yang baik sangat banyak.

Image

PERALATAN PIJAT BAYI

Peralatan yang dibutuhkan sebelum melakukan pemijatan antara lain:

  • Alas yang empuk dan lembut Misalnya kasur atau busa yang dilapisi dengan kain lembut. Luas alas ini sebesar ukuran bayi agar ibu dapat bergerak dengan bebas.  Alas ini sebaiknya dalam posisi datar.
  • Handuk atau lap, popok dan baju ganti Handuk atau lap digunakan untuk membersihkan sisa-sisa minyak yang menempel dikulit bayi. Popok untuk menutup bagian tubuh bayi setelah dipijat. Menyiapkan popok hendaknya tidak terlambat (setelah dipijat baru disiapkan popok) sebab, bayi harus menunggu waktu sehingga kedinginan. Baju ganti untuk mengganti baju lama usai pemijatan.
  • Minyak untuk memijat Minyak digunakan sebagai pelumas (lubricant) bersifat melicinkan permukaan kulit bayi dan tangan ibu sehingga memudahkan ibu dalam berbagai gerakan urut dan membuat bayi merasa nyaman. Tujuan pelumas ini adalah merawat kulit si kecil agtar tetap lembut dan sehat tanpa terpengaruh oleh bekas gesekan pijat. Jadi, gunakan minyak ketika memijat untuk menghindari luka akibat gesekan yang dapat terjadi karena kontak dengan kulit. Minyak yang cocok adalah minyak zaitun (olive oil), minyak dara (virgin coconut oil), minyak telon (baby oil), minyak kelapa (minyak klentik), minyak kelapa sawit, bias juga menggunakan losion. Hal ini karena sifatnya yang lembut dan melembabkan. Jangan menggunakan minyak aroma terapi karena terlalu keras untuk kulit bayi.
  • Air dan waslap Siapkan air hangat beserta handuk kecil dan washlap untuk menyeka bayi dari bekas minyak usai pemijatan. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu ditambahkan selama pemijatan berlangsung untuk menciptakan suasana pemijatan tenang dan nyaman, diantaranya adalah:
  1. Menyediakan waktu khusus yang tidak diganggu oleh hal lain minimum 15 menit untuk melakukan keseluruh tahapan pemijatan
  2. Duduklah dengan posisi nyaman dan tenang.
  3. Minta ijin pada bayi sebelum melakukan pemijatan dengan cara membelai wajah dan kepala bayi sambil mengajak bicara.
  4. Pandang mata bayi selama pemijatan berlangsung.
  5. Bernyanyilah atau putarkan lagu-lagu yang tenang atau lembut untuk menciptakan suasana tenang selama pemijatan.
  6. Awali pemijatan dengan sentuhan ringan, kemudian secara bertahap tambahkan tekanan pada sentuhan tersebut, terutama bila anda sudah yakin bahwa bayi mulai terbiasa dengan pijatan yang sedang dilakukan.
  7. Jika suatu saat bayi tampak merasa tidak nyaman segera hentikan pemijatan. Dalam memijat kita harus membangun toleransi dengan mulai beberapa gerakan, sedikit demi sedikit dengan durasi waktu yang bertahap dari 2-3 menit hingga 5-10 menit.
  8. Tanggaplah pada isyarat yang diberikan bayi. Bila bayi menangis cobalah untuk menenangkannya sebelum melanjutkan pemijatan