BERMAIN DENGAN TANGAN & KAKI

Selain kaya manfaat, Anda dan bayi akan sama-sama menikmati aktivitas ini. Praktis dan sehat!
Anda pasti setuju, tahun pertama kehidupan bayi adalah masa yang paling menentukan dalam semua aspek tumbuh kembangnya. Itu sebabnya, orang tua masa kini diharapkan melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi, termasuk merangsang motorik kaki dan tangannya. Berbagai permainan berikut ini dapat Anda lakukan sebagai stimulasi tumbuh kembang bayi. Lakukan dengan gembira bersama si kecil. Jangan lewatkan kesempatan emas untuk melatih motorik kaki dan tangan bayi.

  •     Sepeda Udara. Melatih koordinasi mata kaki, serta kekuatan otot kaki, tulang belakang hingga leher dan kepala. Bisa dilakukan sejak bayi lahir.
  •     Berguling bersama bola. Melatih keseimbangan bayi, kekuatan tubuh bagian atas (seperti leher dan tangan), dan koordinasi kaki-tangan. Bisa dilakukan sejak bayi lahir.
  •     Bermain kerincingan. Melatih sleuruh otot dan yang menunjang gerak ( tangan dan kaki). Bisa dilakukan sejak bayi lahir.
  •     Sit Up bayi. Melatih seluruh otot dan persendian, teruma tubuh bagian tas (leher, bahu, tangan). Untuk bayi usia 3-4 bulan ke atas.
  •     Ayun kaki Ibu. Melatih kemampuan menjaga keseimbangan serta memperkuat seluruh otot dan kekuatan alat gerak (tangan dan kaki). Untuk bayi usia 3-4 bulan ke atas.
  •     Merangkak dan merayap. Melatih seluruh otot dan alat gerak bayi. Bisa dilakukan sejak bayi lahir
  •     Terbanglah anakku. Melatih seluruh otot, terutama alat gerak dan keseimbangan. Untuk bayi usia 5-6 bulan ke atas.
  • Tips:
  •     Waspada dan percaya diri. Berbagai aktivitas ini ditujukan untuk bayi yang sehat dan tidak memiliki masalah atau gangguan kesehatan tertentu. Selain memperhatikan kesiapan dan kondisi anak, Anda juga harus yakin dan percaya diri.
  •     Aktivitas ini secara umum aman dilakukan bersama bayi di atas usia 3 bulan. Walaupun ada beberapa permainan dalam rekomendasi ini yang bisa dilakukan oleh bayi baru lahir. Tentu saja, Anda mesti benar-benar mengenal bayi, sehingga Anda menjadi yang paling tahu cara tepat menerapkan aneka aktivitas bermanfaat ini.
  •     Umumnya, kaki dan tangan bayi 5 bulan sudah cukup kuat untuk berpindah tempat, dengan cara merambat, merayap atau merangkak. Lehernya pun sudha cukup kuat menyangga kepala dengan mantap. Intinya, And atak perlu ngeri melakukan eksplorasi gerak motorik ini, selain untuk bersenang-senang,ini adalah salah satu cara efektif mengevaluasi tumbuh-kembang bayi.
Advertisements

AJAK BAYI MAIN CERMIN

Berbagai permainan cermin ini akan melatih motorik halus dan motorik kasar bayi. Anda juga bisa lebih membangun bonding dengan si bayi. Lakukan dengan gembira!

  1. Tummy fun. Bayi senang melihat bayangannya di cermin. Letakkan dia di depan cermin, saat tummy time. Bayi akan terdorong berlatih mengangkat kepalanya sebagai tahapan persiapan untuk merangkak.  
  2. “Itu kamu, sayang!” Letakkan bayi Anda di atas pangkuan di depan cermin. Tunjukkan kepada bayi bayangannya di cermin. Sentuh bagian-bagian wajahnya sambil menunjukkan kepadanya dan menyebutkan namanya. Misalnya, “Ini hidungmu, sayang…”, “Yang ini telinga!” dan “Yang ini namanya rambut.” Sekali pun bayi Anda belum mengerti istilah yang Anda sebutkan, dia menikmati permainan ini.
  3. Tiru gerakan. Berdiri atau duduk di depan sebuah cermin besar, dan pegang bayi di depan Anda. Lakukan gerakan sederhana, seperti mengangkat salah satu tangan, menggelengkan kepala, atau menyentuh hidung. Katakan kepadanya apa yang sedang Anda lakukan. Bila bayi merespons dengan melakukan suatu gerakan, Anda tiru gerakan tersebut. Dia akan memahami Anda sedang meniru tingkahnya.
  4. Buat suara. Buatlah mimik-mimik lucu, dan berbagai ekspresi wajah di depan cermin untuk ditiru anak. Gerakkan lidah Anda ke atas, ke bawah, dan ke kanan ke kiri sambil mengeluarkan suara, misalnya “lalala.” Lakukan permainan menggunakan bibir, seperti mencium dan tersenyum, dan buatlah suara-suara dengan beragam bentuk bibir. Contohnya, “aaa”, “ooo”, “eee”, “uuu.” Gantian tirukan mimik wajah dan suara si bayi.

MAINAN PEMICU PERKEMBANGAN BAYI 0-3 BULAN

Sambil bermain, bayi Anda yang baru berumur 0-3 bulan bereksplorasi, mengoptimalisasi perkembangannya dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Berikut permainan yang memacu pertumbuhan optimal bayi 0-3 bulan

Bermain Cilukba. Baru tiga aktivitas yang dikuasai bayi 0-3 bulan yakni melihat, mengamati dan menoleh. Dikarenakan kekuatan leher, kepala, tangan, badan dan kaki masih terbatas. Bayi usia ini hanya bergantung pada indera penglihatan dan pendengaran, yang juga masih terbatas. Saat diajak main cilukba, ia menoleh dan mengamati Anda sambil sesekali memamerkan senyuman andalannya.

Bermain rattle. Ketika kerincingan Anda goyang-goyang, bayi akan takjub. Pandangannya terpaku pada goyangan serta suara gemerincing dari rattle. Bayi Anda akan menoleh mencari arah sumber suara. Mengamati merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi bayi usia 0-3 bulan.
 
Bermain gebuk drum. Bayi di usia ini memang sama sekali belum bisa bermain drum. Tapi coba perhatikan selama ia menyusu, tangannya kerap menepuk-nepuk badan Anda. Walau tanpa tekanan sekalipun, ia sebenarnya mulai bermain pukul-pukul. Bayi Anda mulai mengasah kekuatan dan kemampuan tangannya.

Bermain bola. Bayi lebih suka memasukkan bola karet ke mulutnya, karena mengeksplorasi mainan menggunakan mulut sebagai tonggak perkembangannya. Dalam masa oral ini, benda apapun ingin ia masukkan ke dalam mulut.

Bermain telepon mainan. Bayi usia ini belum tahu apa dan fungsi telepon mainan. Ia hanya mendengar suara dan kelap-kelip lampu mainannya. Namun hal itu merupakan stimulus yang baik bagi perkembangan indera penglihatan dan pendengaran. Memasuki 3 bulan, responsnya bertambah baik, tidak lagi sebuah tengokan, tapi mulai ada gumaman seperti “uuuuh…ahh.”

KISAH MONYET YANG RAKUS

Bermula dari seekor monyet yang terkenal licik dan sangat rakus. Sehingga banyak hewan hutan lainnya yang sangat terganggu akan sifat dari si monyet yang sering mengganggu dan membuat onar. Apabila ada hewan lain yang sedang memakan santapannya, si monyet langsung merebut dan mengambil makanan hewan lain tersebut. Si monyet juga terkenal licik, tak jarang hewan lain yang tertipu akibat akal bulus si monyet.

Pada suatu hari datanglah seorang pemburu yang masuk hutan untuk mencari seekor monyet untuk diburu dan dibawa pulang. “Hari ini aku harus bisa pulang membawa seekor monyet dan aku akan bawa pulang”, Si pemburu berkhayal akan buruannya.

Setelah memasang perangkap untuk menjebak monyet, si pemburu kemudian bersembunyi dibalik pohon dan mengamati perangkapnya dari kejauhan sambil bersantai-santai. Setelah beberapa ia menunggu akhirnya datanglah seekor kura-kura yang berjalan lambat melewati perangkap tersebut.

“Hmm..banyak sekali makanan disini”, kura-kura melihat ada banyak makanan yang tersedia di jalan yang dilewatinya. Namun ia tak sadar bahwa ada tali yang sudah menjerat kakinya. “Oh gawat ternyata ini adalah jebakan”, si kura-kura hanya terdiam menyesali kalau ia sudah masuk perangkap si pemburu.

Tak lama kemudian datanglah monyet menghampiri si kura-kura tersebut. “Hai, kura-kura kau sedang pesta besar yah?”, ternyata si monyet mengira kalau si kura-kura sedang pesta makanan. Melihat si monyet datang, si kura-kura sangat senang, berharap ia bisa bebas dari perangkap.

“Hai monyet, senang aku melihat kau datang, mari bergabung dengan ku.” Ajak si kura-kura. Monyet yang melihat makanan yang berlimpah langsung turun dari pohon. “Tapi monyet…sebelum kau berpesta, ijinkan aku untuk mengambil minuman yang segar untuk mu, aku lupa membawakannya untuk mu”, kata si kura-kura.”sebelumnya bisakah kau melepaskan tali ini?”. 

Mendengar si kura-kura akan membawakan minuman segar, monyet meng-iyakan permintaan kura-kura, dan ia pun melepaskan tali tersebut. “Sekarang kau ikat tali ini agar, makanan-makanan ini tidak diambil oleh hewan lain”. Kata si kura-kura. Memang dasar monyet sangat rakus, ia pun segera mengikat kedua kakinya dengan tali jebakan itu, berharap tidak ada hewan lain yang mengambil makanan yang ada dihadapannya.

Akhirnya si kura-kura lepas dan bebas dari perangkap tersebut, tinggalah si monyetyang sedang memakan dengan lahap semua makanan yang ada di perangkap tersebut.

Akhirnya si pemburu melihat ada monyet yang sudah berada di dalam jebakannya. maka dengan mudahnya si monyet tertangkap dan dan dibawa pulang oleh si pemburu tadi.

Hikmah dongeng anak indonesia kali ini, janganlah kita menjadi rakus dan tamak, sebab dengan ketamakan akan membawa kita kepada jurang kehancuran. Bersikaplah adil dan jujur kepada kehidupan ini, maka kita akan selamat dan bahagia.

10 TIPS STIMULASI BAYI

Ayo, Stimulasi setiap tahapan perkembangan bayi Anda! Mulai dari tengkurap, mengangkat kepala, hingga berjalan dan berbicara. 

1.    Tengkurap. Lakukan tummy time yakni waktu yang digunakan bayi untuk tengkurap sambil  menggunakan tangannya untuk meraih sesuatu. Siapkah benda yang  menarik sehingga ia terdorong meraih dan lantas ‘meneliti’ dengan seksama

2.    Mengangkat kepala. Ajak anak bermain “Berguling Bersama Bola”. Menggerakkan si kecil di atas bola bisa menguatkan otot penyangga kepala, bahu, dan mengasah keterampilan menjaga keseimbangan.

3.    Memekik gembira. Sediakan boneka lembut yang mengeluarkan suara, seperti boneka yang bisa bernyanyi atau kotak musik. Tekan boneka sembari Anda berseru…, si kecil pun memekik senang.

4.    Memegang kedua benda dengan kedua tangan. Berikan mainan yang bisa dipukul bersama-sama seperti sendok kayu atau piring plastik, seolah ia sedang bermain musik..tung..tung..tung! 

5.    Duduk. Baringkan si kecil terlentang di atas permukaan, seperti tempat tidurnya atau di lantai. Genggam tangannya, tarik dia perlahan ke posisi duduk. Peluk dengan erat sehingga ia tak mungkin terlepas. Perlahan-lahan, turunkan anak pada posisi tidur kembali.

6.    Merangkak. Letakkan mainan favorit bayi sekitar 1 meter dari tubuhnya. Saat si kecil mulai mengangkat kepalanya untuk mencari mainan tadi, biasanya ia akan menggerakkan lutut dan kakinya untuk maju. Lakukan permainan “Kucing Mengejar Tikus”. Anak menjadi kucing yang mengejar Anda sebagai tikus. Contohkah dengan melakukan gerakan merangkak, dengan cara Anda merangkak di sampingnya.

7.    Makan Sendiri. Beri bayi Anda finger food seperti kastengel, biskuit bayi, atau sayuran yang mudah dipegang seperti potongan wortel rebus. Makanan ini melatih kemampuan motorik halus anak. Dapat pula Anda memberinya mangkuk dan sendok plastik berisi makanan dan biarkan ia menyuap sendiri.

8.    Mengenal anggota keluarga. Sering seringlah mengajak anak ke pertemuan keluarga. Bisa juga menunjukkan foto ayah, ibu atau saudara lain. Atau foto ayah, ibu dan kakak dikreasi dari karton berwarna putih dalam bentuk lingkaran kecil yang dilekatkan pada tali yang sebagian menjuntai melalui bagian tengah karton berbentuk spiral.

9.    Berjalan. Letakkan mainan favoritnya dalam jarak tertentu. Iming-imingi anak agar mau berjalan walau sambil berpegangan untuk meraih mainan itu. Bila memungkinkan dan aman, biarkan si kecil berjalan di lantai yang tidak rata. Cara ini akan menguatkan otot-otot kaki dan tungkai.

10. Bicara. Anda bisa menyanyikan lagu anak-anak yang berbeda setiap hari ataumembacakan ceritanya, bisa dari buku atau cerita karangan Anda sendiri. 

CARA MENYEDAWAKAN BAYI

ImageSendawa berguna untuk melancarkan pencernaan bayi agar tidak terjadi kolik, muntah atau ASI masuk paru-paru. Teknik menyendawakan yang tepat adalah:

  • Posisikan tubuh bayi secara vertikal, dengan dagu menyandarkan ke bahu ibu. Wajah bayi mengahdap ke belakang ibu. Sangga leher dan punggung bayi dengan tangan yang satunya sambil ditepuk-tepuk lembut.
  • Usahakan agar mulut dan hidup bayi tidak tertutup bahu ibu.
  • Perhatikan pula agar posisi tubuh bayi tidak bengkok, juga saat menepuk punggung jangan terlalu lemah. Saat menepuk-nepuk, kangan menepuk terlalu tinggi (bagian pundak) atau terlalu rendah yaitu di bagian bokong. Cara yang benar adalah menepuk-nepuk tubuh bagian tengah.
  • Cara lain, telungkupkan bayi di pangkuan Anda. Letakkan bagian perut bayi di pangkuan dan sangga bagian badannya. Usap lembut bagian punggungnya dan tunggu sampai ia besendawa.

Menyendawakan bayi bisa dilakukan sampai usia bayi 9 bulan, setelah itu, biasanya anak sudah bisa besendawa sendiri karena sudah banyak bergerak dan posisi badannya pun banyak berubah. Jika bayi tidur tengkurap, perut tertekan oleh berat badannya sehingga angina akan keluar dari perut melalu buang gas.

SENDAWA PADA BAYI

Setelah minum susu, biasanya bayi bersendawa sambil gumoh atau mengeluarkan susu dari mulutnya. Beberapa bayi gumoh sedikit, beberapa bersendawa disertai tumpahan susu cukup banyak.

Apa yang terjadi? Sendawa terjadi karena di ujung akhir saluran pencernaan terdapat sebuah otot yang secara fisiologis berfungsi mengatur agar isi perut tidak mengalir keluar kembali, disebut mekanisme ventil. Pada bayi, mekanisme  ini sudah berfungsi meski belum 100%.  Itu sebabnya, saat bersendawa bayi mengeluarkan kembali sedikit susu yang baru diminumnya,  secara medis disebut reflux.

Apa yang dilakukan? Jika tumbuh kembang bayi tetap berjalan baik, dan dia tidak merasa terganggu oleh reflux yang dialaminya, maka kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun jika sendawa sangat sering terjadi, lalu diikuti dengan muntahan susu yang banyak, atau setelah minum susu bayi terlihat gelisah, maka ada kemungkinan ia mengalami gangguan pencernaan yang memerlukan pemeriksaan dokter anak.  Cara mengatasi terjadinya reflux adalah memberikan makanan dalam porsi yang sedikit-sedikit, dan menjaga kebersihan pakaian bayi dengan cara memasakan bib saat ia minum susu atau makan. Menaruh bantal di bawah kepala bayi ketika ia tidur juga bisa membantu mengurangi reflux.